“All those days where I was unable to breath…
I met you and started breathing again
You are always my Sunday of the week
When you are sad, let me be the first you seek
I want to stop your tears
When you are happy, it’s okay to come to me last
Laugh with me once more, for a long, long time…”
[Kim Jong Kook - Orae, Orae]
baru memasuki bulan ketiga, tapi rasanya aku sudah bertahun-tahun bersamamu, Mas.
meski kadang aku menangis, kau kecewa, dan kita terluka. tapi tawa, harap, dan kebahagiaan mengalahkan itu semua.
kita hadapi esok, lusa, bulan depan, dan puluhan tahun yang akan datang bersama ya, Mas.
I love you… =)
It feels like I’ve fallen for you
It’s getting way too deep
And i know that it’s love because
I can’t sleep til you’re next to me
No, I can’t live without you no more…
Craig David boleh bilang nggak bisa tidur kalau kekasihnya nggak di dekatnya.
Aku…aku gak bisa bangun dari tidur kalau nggak ada kamu, Mas. You’re the very last thing on my mind when I go to sleep. And you’re the very first thing struck my mind when I wake up.
You are the reason I wake up from my sleep, full of hope… =)
There’s nothing to worry, honey. We have each other. We’ll face whatever life brings, together.
I love you… =)
Cause you have everything I could ever want and I can’t stop myself from wanting you more…
Aku kangen suaramu. Aku kangen tawamu. Aku kangen saat-saat kau memelukku erat sambil sesekali menepuk kepalaku. Aku kangen sentuhan lembutmu saat kau dengan hati-hati menyentuh kulitku.
Kamu tau, Mas, aku merasa kecil sekali dalam pelukanmu. Seperti kau bisa saja meremukkan tubuhku jika kau mau. Tapi, entah mengapa, aku merasa sangat aman di tanganmu. Seperti dunia ini tidak ada apa-apanya jika kamu ada di sampingku. Seperti tidak ada yang bisa menyakitiku jika ada kamu…
Meski banyak orang mungkin menganggap ini berlebihan, tapi aku nggak akan bosan mengatakannya padamu: aku sayang kamu, Mas…
damn, I just burst into tears… :D
Kadang, aku bingung. Karena kadang, aku ingin menangis, tanpa sebab.
Tapi, kau tak suka melihatku menangis. Kau tak mau waktumu habis hanya untuk menenangkanku.
Lalu, aku harus bagaimana?
Saat ini, aku sudah sampai pada tahap “merasa bisa mengorbankan apa pun” untukmu, Mas… Berlebihan? Ya, perasaan ini mengisi penuh hatiku, hampir meluap. Sampai tak kuat aku menahannya…